Selasa, 22 September 2020

Published September 22, 2020 by with 0 comment

Mengenal 12 Istilah dalam Ekspor dan Impor Barang


Dalam jasa ekspor atau jasa kirim luar negeri, termasuk impor, terdapat beberapa istilah yang sering digunakan. Istilah-istilah ini juga mencakup aturan dalam pengadaan barang secara ekspor dan impor. Berikut adalah beberapa istilahnya: 

1. Free on Board (FoB)

FoB adalah istilah yang dikeluarkan oleh kamar dagang internasional atau International Chamber of Commerce (ICC) mengenai skema hak dan kewajiban antara pembeli (importir) dan penjual (eksportir) menggunakan angkutan laut.

Secara sederhana, FoB merupakan prosedur penyerahan barang yang telah disepakati kedua belah pihak sesuai dengan penetapan seluruh perhitungan harga barang. Harga barang telah ditambah hingga barang berada di atas kapal. Oleh sebab itu disebut dengan on board. 

2. Cost, Insurance and Freight (CIF)

Istilah CIF merujuk pada cara pembayaran yang dilakukan oleh eksportir. Pembayaran ini wajib dilakukan oleh eksportir atau penjual karena memiliki tanggung jawab terbesar dalam pengadaan barang. 

3. Pemberitahuan Export Barang (PEB)

PEB merupakan dokumen dalam pemberitahuan mengenai barang yang diekspor. Dalam jasa kirim ekspor atau jasa kirim luar negeri, sebelum melewati Bea dan Cukai, barang-barang yang diekspor harus dilaporkan melalui dokumen ini. Setelah pelaporan, barang akan mendapat Nota Persetujuan Ekspor (NPE) yang akan menjadi surat jalan dari barang tersebut. 

4. Pemberitahuan Impor Barang (PIB)

PIB adalah dokumen yang mirip dengan PEB tetapi dokumen ini merupakan pelaporan impor barang. Wajib pajak yang memesan barang dari luar negeri wajib melaporkan, menghitung dam dan membayar pajak. Salah satu contoh dari PIB adalah invoice. 

5. Air Freight Rate (AFR)

AFR adalah jenis tarif yang menjadi dasar dari pengiriman barang melalui jalur udara. AFR dihitung sesuai dengan satuan pound atau kilogram. 

6. Ocean Freight Rate (OFR)

Sama dengan AFR, OFR merupakan istilah untuk tarif dasar dari sebuah jasa pengiriman barang tetapi pengirimannya melalui jalur laut. Berbeda dengan AFR, perhitungan barang OFR berdasarkan kubikasi. 

7. Airway Bill (AWB) 

Untuk mengetahui legalitas pengiriman barang, AWB sangat diperlukan. AWB dibuat oleh jasa pengiriman barang kepada pengirim barang atau disebut juga sebagai tanda terima barang yang dikirim. 

8. Commercial Invoice 

Perhitungan bea masuk atau pajak sebuah barang ke suatu negara menggunakan dokumen bernama Commercial invoice. Dokumen ini juga berfungsi sebagai faktur penjualan yang diterbitkan oleh penjual barang atau eksportir. 

9. Full Container Loaded (FCL) 

FCL adalah istilah untuk menyatakan bahwa pengiriman barang menggunakan kontainer yang diisi secara penuh oleh satu pengirim. 

10. Less Container Loaded (LCL)

Kebalikan dari FCL, Less Container Loaded (LCL) adalah kondisi di mana satu kontainer diisi penuh oleh beberapa pengirim. Pengirim membagi ruang kontainer dengan pengirim lainnya. 

11. Volumetrik

Pada proses pengiriman barang, terutama ekspor, barang harus diketahui beratnya terlebih dahulu. Volumetrik merupakan istilah untuk mengukur dimensi dari barang dan juga volume dari barang. Jasa ekspedisi menggunakan timbangan volumetrik untuk mengetahui muatan volumetrik dari barang. 

12. Surat Registrasi Pabean (SRP)

SRP adalah dokumen yang perlu diisi untuk menggunakan jasa ekspedisi melalui cukai dan kepabeanan. Surat ini ditujukan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. SRP digunakan untuk mendapat nomor identitas kepabeanan. 

Mengenal istilah jasa kirim ekspor atau jasa kirim luar negeri akan mempermudah Anda mengetahui regulasi ekspor dan impor. 

Baca Selengkapnya
      edit

Selasa, 08 September 2020

Published September 08, 2020 by with 0 comment

6 Langkah-langkah Melakukan Test Drive Mobil

Inspektor dari Otospector tengah menginspeksi mobil bekas   

Melakukan test drive dengan teliti sangatlah penting sebelum membeli kendaraan baik bekas atau baru. Tidak hanya memastikan kendaraan masih berfungsi dengan baik, dengan melakukan test drive Anda dapat merasakan apakah mobil tersebut cocok dengan Anda. Inspeksi mobil, sangat perlu dilakukan mengingat banyaknya mobil bekas dengan harga murah yang kondisinya tidak layak.

Ikuti langkah-langkah test drive berikut agar tidak ada hal penting yang terlewatkan saat Anda melakukan test drive:

1. Seat Adjustment

Untuk melakukan test drive dengan optimal, pastikan Anda mengatur posisi duduk dan setir yang sesuai dan nyaman. Atur juga posisi setelan naik turun setir agar pas pada posisi badan dan tangan. Dengan mengatur posisi, Anda juga sekaligus memastikan fungsi fitur tersebut masih bekerja dengan baik.

2. Starter Mobil

Sebelum menyalakan mesin, jangan langsung men-starter mobil, melainkan tinggalkan pada posisi “ON” terlebih dahulu dan perhatikan lampu indikator yang menyala. Pastikan lampu-lampu mati, barulah starter mobil. Apabila ada lampu indikator yang tetap menyala, berarti ada masalah pada mobil yang perlu diperbaiki.

3. Pahami Karakter Mesin

Setelah mesin menyala, buka kaca jendela pengemudi mobil dan dengarkan bunyi mesin secara seksama, pastikan suara mesin normal dan tidak ada bunyi yang tidak wajar. Hal ini penting dilakukan saat mesin masih dingin, karena mesin yang masih dingin yang sering mengeluarkan bunyi-bunyi yang bisa menjadi indikasi ada masalah pada mesin.

4. Transmisi

Periksa kinerja transmisi sebelum menjalankan mobil. Untuk transmisi automatic, pindahkan transmisi ke setiap posisi yang ada. Pastikan tidak ada jeda yang lama atau sentakan yang keras setiap perpindahan transmisi.

Untuk transmisi manual, pastikan perpindahan tidak “slip” atau tersangkut, dan kopling tidak terasa dalam saat diinjak.

5. Teknisi OtoSpector Melakukan Test Drive

Setelah memeriksa transmisi, kenakan sabuk pengaman, kemudian jalankan mobil. Biarkan kaca jendela pengemudi terbuka agar Anda bisa memperhatikan secara seksama bunyi-bunyi yang tidak wajar selama test drive. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan/dilakukan:
  • Cek fungsi kaki-kaki dengan melewati jalan yang tidak rata
  • Perhatikan apakah rem berfungsi normal atau tidak
  • Belokkan setir ke kiri dan kanan, pastikan tidak terdapat bunyi, berat, atau bantingan kurang enak
  • Lepaskan setir sesekali apakah condong ke kiri atau ke kanan untuk mengetahui kinerja setir tersebut
  • Pastikan perpindahan transmisi tidak berat, telat atau tidak bertenaga

6. Panel Dashboard

Setelah melakukan test drive, matikan mesin, tunggu beberapa menit, dan cobalah menyalakan mobil lagi. Perhatikan apakah lampu indikator ada yang menyala. Hal ini perlu dilakukan karena masalah-masalah tersembunyi bisa kembali muncul setelah kendaraan dibawa jalan.

Pastikan Kondisi dan Kecocokan Mobil

Demikian tips langkah-langkah melakukan test drive dari OtoSpector, semoga menambah wawasan Anda saat melakukan test drive mobil berikutnya.

Satu hal yang Anda harus ingat, melakukan test drive tidak hanya memeriksa kondisi mobil tetapi juga memastikan bahwa Anda merasa nyaman berkendara di mobil tersebut.

Hal yang perlu kita ingat adalah kita perlu melakukan jasa inspeksi mobil bekas, cek kesehatan mesin guna memastikan mobil tersebut memang bermutu dan masih memiliki kualitas yang baik, jangan sampai kita kecewa. Ingin dibantu test drive oleh yang ahli? Inspektor kami siap membantu Anda. Test drive sudah termasuk dalam standar 150+Poin Inspeksi OtoSpector agar Anda yakin membeli mobil bekas pilihan Anda.
Baca Selengkapnya
      edit

Sabtu, 05 September 2020

Published September 05, 2020 by with 0 comment

Manfaat Kandungan Buah Naga Merah untuk Tubuh


Tak hanya rasanya yang nikmat, kandungan buah naga merah juga sangat beragam. Selain baik untuk memenuhi asupan nutrisi harian Anda, kandungan vitamin dan mineral dalam buah naga merah juga baik untuk memelihara kesehatan tubuh.

Buah naga merupakan salah satu buah yang cukup umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Buah ini memiliki kulit yang tampak bersisik dan berwarna merah keunguan atau merah muda. Berdasarkan warna dagingnya, buah naga terdiri atas 2 jenis, yaitu buah naga putih dan buah naga merah.

Anda mungkin bertanya-tanya apakah kandungan nutrisi pada buah naga merah berbeda dengan buah naga yang berwarna putih. Nah, perlu Anda ketahui, walau memiliki warna daging buah yang berbeda, kandungan nutrisi pada buah naga tidak jauh berbeda.

Kandungan dan Manfaat Buah Naga Merah

Buah naga termasuk jenis buah yang rendah kalori. Dalam seporsi buah naga (sekitar 100 gram) hanya terdapat sekitar 60 kalori. Buah ini juga sama sekali tidak mengandung lemak. Meski demikian, kandungan gizi pada buah naga cukup tinggi. Berikut ini adalah beberapa kandungan dalam buah naga dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh Anda:

1. Vitamin C

Kandungan vitamin C pada buah naga berfungsi sebagai antioksidan yang baik untuk melindungi tubuh dari paparan radikal bebas. Kandungan vitamin C pada buah naga juga baik untuk merangsang pembentukan kolagen, menjaga daya tahan tubuh, dan membantu penyerapan zat besi agar tubuh tidak kekurangan darah.

2. Vitamin B2 dan vitamin B3

Selain vitamin C, buah naga juga mengandung vitamin B2 dan vitamin B3. Kedua vitamin ini berperan penting dalam menjaga kelancaran metabolisme tubuh dan memelihara kesehatan jaringan tubuh. Asupan vitamin B yang tercukupi juga diyakini dapat menurunkan risiko beberapa penyakit, seperti migrain, katarak, preeklampsia, dan penyakit jantung. Vitamin B juga disebut berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf tubuh.

3. Magnesium

Buah naga merupakan salah satu jenis buah yang banyak mengandung magnesium. Berkat kandungannya tersebut, buah ini dapat mencegah dan meringankan kram otot, meningkatkan stamina dan performa saat berolahraga, memelihara kesehatan dan fungsi jantung, serta menurunkan tekanan darah. Magnesium juga dapat menurunkan risiko depresi, diabetes tipe 2, dan hipertensi, serta meringankan gejala migrain dan sindrom pramenstruasi.

4. Zat besi

Zat besi merupakan jenis mineral yang sangat penting bagi tubuh manusia karena berperan sebagai bahan baku pembuatan sel darah merah. Jika tubuh kekurangan zat besi, produksi sel darah merah dalam tubuh pun akan berkurang. Akibatnya, Anda berisiko terserang anemia atau kurang darah.

Buah naga memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi, sehingga dapat memenuhi asupan zat besi yang diperlukan tubuh dan mencegah Anda dari berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan zat besi.

5. Kalsium

Kalsium diperlukan oleh tubuh untuk memelihara kekuatan tulang. Selain itu, organ jantung, otot, dan saraf juga memerlukan kalsium agar dapat berfungsi dengan baik. Kekurangan kalsium dalam tubuh dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, sebab buah naga juga memiliki kandungan kalsium di dalamnya. Selain mengonsumsi susu, Anda dapat mengonsumsi buah naga untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda.

6. Antioksidan

Buah naga merupakan jenis buah yang kaya akan antioksidan dan zat pewarna alami yang disebut antosianin. Zat inilah yang memberikan warna merah terang pada buah naga. Kandungan buah naga tersebut diketahui dapat melindungi sel dan jaringan tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan bahkan menurunkan risiko kanker.

Setelah mengonsumsi buah naga merah, warna urine dan feses Anda mungkin akan menjadi tampak kemerahan. Namun, Anda tidak perlu cemas karena hal tersebut wajar terjadi dan tidaklah berbahaya. Urine dan fese berwarna kemerahan disebabkan oleh zat antosianin yang terkandung dalam buah naga merah.

Selain kandungan di atas, buah naga juga mengandung banyak serat sehingga bisa melacarkan pencernaan. Dengan rutin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan berserat tinggi, termasuk buah naga, Anda bisa tercegah dari sembelit.
Baca Selengkapnya
      edit