Minggu, 27 Oktober 2019

Published Oktober 27, 2019 by with 0 comment

Perkuat Wisata Religi, Batam Angkat Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah


Atraksi Kota Batam semakin lengkap saja. Kali ini, giliran wisata religi yang diangkat. Menyusul diresmikannya Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Bangunannya megah dengan nilai dan filosofi besar. Arsitekturnya perpaduan Arab dan Melayu dengan kiblat desainnya Masjid Nabawi di Madinah.

Destinasi baru Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan diperkenalkanma, pukul 09.00 WIB. Lokasinya berada di Jl Brigjen Katamso Darmokusumo Nomor 1, Tg Ucang, Batu Aji, Batam.

Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata mengungkapkan, kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah semakin menguatkan destinasi wisata religi Batam

"Batam kini memiliki Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid baru tersebut memiliki posisi penting. Selain syiar, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi baru di Batam. Kami optimistis, pergerakan wisatawan religi di Batam akan naik. Apalagi, Batam terhubung langsung ke Malaysia dan Singapura," ungkap Ardiwinata.

Agenda launching sudah disiapkan. Ada Tabligh Akbar. Pembicaranya kompeten, baik domestik maupun mancanegara. Untuk domestik ada nama besar Ustaz H Abdul Somad dan Habib Syech Abdul Qadir Assegaf. Pembicara mancanegara diisi Ustaz Kazim Elias dari Malaysia.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar menerangkan, wisata religi Batam terus berkembang.

"Konsep wisata religi di Kota Batam makin berkembang. Apalagi, sekarang ada Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid ini luar biasa dan menjadi salah satu ikon di Kota Batam. Semua harus hadir pada saat launching masjid tersebut. Acaranya bagus dengan Tabligh Akbar. Ada banyak inspirasi dari ulama yang menjadi pembicaranya," terang Buralimar.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki banyak keistimewaan. Dinding masjid ditutupi marmer asal Sulawesi. Masjid ini memiliki menara Asma'ul Husna setinggi 99 Meter. Menara Asma'ul Husna akan dilengkapi lift untuk mencapai atapnya. Selain itu, terdapat juga 5 menara pendukung yang memiliki ketinggian sekitar 77 Meter. Fasilitas untuk 5 menara tersebut adalah tangga.

Menguatkan nuansa Melayu, dinding masjid akan dilengkapi dengan ornamen Lebah Bergayuh. Nuansa menjadi semakin eksotis dengan landscape air mancur dan aplikasi lampu hias. Memiliki luas sekitar 4 Hektar, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diperkirakan mampu menampung 25 Ribu jemaah. Dengan kapasitas tersebut, masjid ini disebut sebagai yang terbesar di kawasan Sumatera.

"Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah sangat luar biasa. Ada banyak value positifnya. Syariat agama akan berkembang. Masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui aktivitas pariwisatanya. Dengan keunikannya, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi destinasi wisata religi potensial di Batam," jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Melengkapi kenyamanannya, ada banyak fasilitas yang ditawarkan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Pada bagian pelatarannya, dilengkapi dengan 8 payung membran. Konsep ini sangat identik dengan Masjid Nabawi. Kehadiran payung-payung membran tersebut membuat masjid semakin Instagramable. Area ini pun dipercaya sebagai salah satu spot terbaik untuk berfoto.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memberi konsep terbaik saat berwudu. Jarak antar jemaah saat berwudu ideal 1,2 Meter. Dengan rentang ini, percikan air yang dipakai berwudu tidak mengenai jemaah lain. Pasokan airnya dijamin lancar. Sebab, ada 2 tandon air dengan kapasitas total 270 Meter Kubik.

"Kami tentu menyambut baik aktivasi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Secara konsep, bangunan ini memiliki nilai yang luar biasa. Selain kapasitasnya yang besar, ada banyak sisi dari masjid yang menarik untuk dieksplorasi," papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Dibangun megah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diprediksi menghabiskan anggaran Rp 400 Miliar. Untuk konstruksi fisiknya diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 260 Miliar. Hingga akhir 2019 nanti, pembangunan masjid secara keseluruhan akan selesai 78 persen. Artinya, fisik utama masjid bisa digunakan. Adapun sisa pengerjaan 22 persen diperuntukkan untuk finishing fasilitas pendukungnya hingga 2020.

"Yang utama, masjid dengan segala kemegahan dan filosofinya sudah bisa digunakan. Kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan semakin memakmurkan pariwisata Batam. Arus wisatawan ke sana pasti tinggi. Kehadiran wisatawan akan menggerakkan UMKM di sana. Untuk itu, agenda launching dari masjid jangan sampai terlewatkan," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.
Baca Selengkapnya
      edit

Kamis, 24 Oktober 2019

Published Oktober 24, 2019 by with 0 comment

Jadi Ajang Promosi Seni dan Budaya, PIFAF 2019 Bakal Hentak Polman


Awal Agustus menjadi saat yang tepat mengunjungi Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Karena ada Polewali Mandar International Folk & Art Festival (PIFAF) 2019. Event ini siap digelar 1-7 Agustus 2019.

PIFAF adalah event seni, budaya dan pariwisata bertaraf internasional. Kegiatan ini bakal membuat liburan di Polewali makin menyenangkan.

"Pesertanya saja dari berasal dari berbagai negara. Ada Korea Selatan, Ekuador, Ceko, India, Slovakia, Timur Leste dan tentunya juga dari Indonesia. Berbagai Kabupaten di Sulbar pun akan ikut ambil bagian di perhelatan ini. Kebayangkan betapa bakal meriahnya pertunjukan yang akan disuguhkan PIFAF 2019," kata Tim Kurator Calendar of Event (CoE) Kemenpar, Don Kardono.

Pada tahun 2019 ini, seluruh kegiatannya dipusatkan di Arena Sport Center Polman. Berbagai kegiatan budaya dan pariwisata seperti tradisi, pertunjukan musik dan tarian rakyat bakal menjadi menu yang mengasyikkan. Ada juga dialog, pameran pariwisata budaya dan berbagai kegiatan lainnya.

"PIFAF sendiri merupakan event pertukaran budaya dan kesenian tradisional antar bangsa. Event ini bertujuan untuk mempromosikan Seni Budaya dan Pariwisata Tanah Mandar di Sulbar. Khususnya wisata budaya di Kabupaten Polewali Mandar yang begitu kaya. Acara ini diadakan sejak tahun 2016 dan PIFAF 2019 merupakan edisi ke-4," kata Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management CoE Esthy Reko Astuti.


Plt Kepala Dinas Pariwisata Polman Andi Masri Masdar menggaransi jika PIFAF 2019 bakal lebih meriah dibanding event-event sebelumnya. Karena pihaknya telah mempersiapkan seluruh rangkaian acara dengan matang. Bukan saja itu kesiapan amenitas di Polman pun dipastikan telah 100 persen siap. Apalagi PIFAF 2019 kembali masuk dalam 100 CoE Nasional.

"Kita sudah jauh-jauh hari mempersiapkan semuanya. Seluruh SKPD pun turut serta untuk membuat event ini semakin menarik lagi. Begitu juga kesiapan akses dan amenitas yang ada di Polman," paparnya.

Bagi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, festival ini wajib dikunjungi. Karena Polman bukan saja kaya akan budaya, alamnya pun luar biasa. Melalui event ini diharapkan akan memperkenalkan potensi Polman pada dunia international.

"Lewat ajang PIFAF ini, kita akan mengangkat Polman menjadi salah satu pusat kegiatan seni budaya dunia. Di samping itu menjadi pemantik yang mengangkat juga berbagai destinasi yang ada di Polman," kata Ricky.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat merekomendasikan PIFAF 2019 untuk dikunjungi. Karena event ini bakal memberikan pemahaman utuh kekayaan budaya Polman. Di samping itu menjadi sarana mempelajari berbagai budaya dunia yang mengisi festival ini.

"Ini merupakan event berkelas. Kehadirannya bahkan mampu menyedot animo budayawan dunia untuk hadir di event ini. Itu sebuah bukti betapa besarnya kehadiran PIFAF," ujar Menpar Arief.

Menteri yang sukses mengangkat performa PT. Telkom itu juga berharap perhelatan PIFAF tahun ini makin sukses. Karena kesuksesannya akan memberi dampak yang luar biasa. Baik itu untuk pariwisata mau pun perekonomian masyarakat.

"Jangan lupa saksikan PIFAF 2019 di Polman, Sulbar, 1-7 Agustus 2019. Dijamin bakal menyenangkan. Salam Pesona Indonesia," ujar Menpar Arief.
Baca Selengkapnya
      edit

Selasa, 22 Oktober 2019

Published Oktober 22, 2019 by with 0 comment

Tiba di Labuan Bajo, TA/TO dan Media Timor Leste Nikmati Sunset di La Cecile


Peserta Famtrip asal Timor Leste tiba di Labuan Bajo. Mereka terdiri dari sejumlah industri pariwisata seperti travel agent dan tour operator (TA/TO). Juga media. Rombongan ini langsung diajak menuju La Cecile.

Di La Cecile, TA/TO dan media asal Timor Leste menikmati keindahan alam Bajo dari ketinggian. Mereka juga melihat langsung keindahan sunset dari tempat itu.

Menurut Kabid Pemasaran Area II di Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Hendry Noviardi ada dua kegiatan yang akan diikuti TA/TO dan media asal Timor Leste. Selain ambil bagian dalam Pameran Pariwisata Florata, mereka juga mengikuti Famtrip.

"Peserta asal Timor Leste ini terdiri dari TA/TO dan juga media. Jadwal mereka adalah mengikuti familiarization trip (Famtrip) ke Labuan Bajo dan Bali. Di Labuan Bajo, selain mengunjungi destinasi mereka juga ambil bagian dalam Pameran Pariwisata Florata," papar Hendry, didampingi Kasubbid Area IIB, Herbin Saragih.

Ditambahkannya, kunjungan ke La Cecile sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan famtrip mereka. Setelah itu, wisatawan asal Timor Leste dijamu dalam gala dinner. Dan akan terlibat dalam aktivitas Pameran Pariwisata Florata keesokan harinya. khususnya dalam aktivitas B to B.

Sementara Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata, Muh Ricky Fauziyani, mengatakan ada beberapa alasan Kemenpar menggandeng TA/TO dan media Timor Leste ke Labuan Bajo dan Bali.

"Pertama tentu saja karena Labuan Bajo adalah destinasi super prioritas. Destinasi yang daya tariknya luar biasa. Di sana ada Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Komodo, Kanawa dan masih banyak lagi. Begitu pun Bali. Pulau Dewata ini adalah daya tarik utama buat semua wisatawan mancanegara," papar Ricky.

Alasan kedua adalah jarak. Dari Timor Leste, jarak tempuh ke Labuan Bajo tidak terlalu jauh. Dari Kota Dili, mereka melakukan penerbangan ke Kupang sebelum dilanjutkan ke Bandara Komodo.

"Saya rasa Labuan Bajo dan Bali adalah destinasi yang sangat seksi. Yang membuat banyak pesohor dunia jatuh hati. TA/TO kita ajak biar mereka merasakan langsung keindahan tersebut. Dan mereka kabarkan ke wisatawan di negara asal mereka," ujar Ricky lagi.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya, sangat mendukung kegiatan ini. Karena, famtrip adalah cara efektif untuk mengenalkan destinasi.

"Famtrip adalah cara yang efektif untuk memperkenalkan destinasi di Indonesia ke mancanegara. Termasuk Timor Leste. Karena, TA/TO yang diajak akan melihat langsung keindahan yang kita miliki. Dan akan mempermudah mereka untuk membuat paket perjalanan. Saya berharap ada impact positif dari dua kegiatan yang digelar di Labuan Bajo," katanya.
Baca Selengkapnya
      edit

Jumat, 18 Oktober 2019

Published Oktober 18, 2019 by with 0 comment

8 Paket Wisata Pulau Penyengat Segera Dirilis, Strategi Marketing Disiapkan


Uji Trail Paket Wisata Budaya Pulau Penyengat telah dilakukan. 8 paket wisata Pulau Penyengat pun siap dirilis Agustus mendatang. Untuk memaksimalkannya, strategi marketing disiapkan.

8 Paket yang akan ditawarkan ke wisatawan adalah Tradisional Dress Experience (TraDE), Bentor/Cycling Historical Tour (BenCHiT), Tour of the Mosque, hingga Literature Tour (LitTour). Kemudian Cultural Performance (CulPer), Gurindam Experience (GurEx), Tanjak Experience, dan Cooking Class (CooClass).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Surjadi mengungkapkan, konsep distribusi paket sudah disiapkan.

"Paket Wisata Budaya Pulau Penyengat yang akan dijual tetap 8. Finalisasinya Agustus nanti. Dari Uji Trail ini, nantinya kelemahan akan disempurnakan pada tahun berikutnya. Yang jelas, pemasaran paket wisatanya sudah siap. Kami bekerjasama dengan TA/TO dan Hotel, makanya saat ini diprepare semua di Pulau Penyengat," ungkap Surjadi.

Beberapa TA/TO memang sudah dilibatkan. Mereka mengikuti seluruh rangkaian Uji Trail terhadap konten yang akan dipasarkan. Selain offline, pemasaran paket wisata tersebut juga dilakukan online. Beberapa kanal yang disiapkan website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang dan media sosial (medsos).

"Setelah Uji Trail, paket langsung dilempar ke pasar. Kami optimistis, Paket Wisata Budaya Pulau Penyengat akan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan. Untuk itu, kami bekerjasama dengan TA/TO dan Hotel. Mereka akan dilibatkan. Kami juga manfaatkan seluruh fasilitas untuk distribusi paket secara onlinenya. Yang jelas, paket yang ditawarkan unik dan menarik. Penuh inspirasi," kata Surjadi lagi.

Konsep menarik ditawarkan setiap paketnya. Selalu ada intrepeter yang memberikan informasi lengkap. Tour of the Mosque misalnya, wisatawan memiliki space luas untuk mengeksplorasi Masjid Raya Sultan Riau.

Destinasi ini masuk cagar budaya bersama 16 spot lainnya. Ada banyak filosofi menarik dari detail bangunannya yang mengadopsi arsitektur Melayu, Arab, India, dan Turki.

Masjid Raya Sultan Riau memiliki 7 pintu. Filosofinya jumlah 7 ayat Al-Fatihah yang artinya pembukaan. Jumlah jendelanya 6 sebagai representasi Rukun Iman, lalu 17 kubah masjid yang jadi gambaran rakaat sholat fardhu. Masjid ini memiliki 4 tiang utama. Maknanya, gambaran 4 Khulafaur Rasyidin. Ada juga yang menerjemahkan 4 mazhab dalam Islam. Yaitu, Imam Hanafi, Malik, Syafii, dan Hambali.

"Konten menarik dalam paket wisata harus didukung strategi marketing yang bagus. Sebab, destinasi ini beserta paket wisatanya sangat layak dijual. TA/TO dan Hotel harus dilibatkan karena mereka memiliki akses langsung ke pasar. Dengan penawaran menarik, konten paket wisata memberi banyak experience," jelas Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani.

Berada di Masjid Raya Sultan Riau, wisatawan akan diajak menyusuri berbagai sudutnya. Paket ini juga menawarkan tradisi unik. Di sini terdapat tradisi yang masih terjaga, yaitu ritual bayi menginjak tanah. Tanah yang digunakan berasal dari Mekah dan sudah ada sejak tahun 1826.

"Setelah Uji Trail ini, pasti kemasan konten paket wisatanya akan semakin bagus. Saat direlease, pasar pasti akan memberi respon positif. Sebab, ada banyak keunikan yang ditawarkan destinasi di Penyengat. Mereka bisa menikmati keunikan destinasi secara utuh," papar Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini.

Masjid Raya Sultan Riau memiliki keunikan. Terutama bagian menara. Sebab, 2 menara di sisi belakang masjid mengadopsi simbol oktagon. Simbol ini bisa diartikan sebagai Bintang Segi-8 yang familiar sebagai Al-Quds. Bintang itu pun diadopsi dari Rub el Hizb, yaitu 2 bujursangkar yang disatukan dan saling bersilangan.

Rub el Hizb atau astakona menjadi harapan kesuburan. Namun, ada juga konsep oktagon menara masjid menjadi simbol datangnya hidayah melalui 8 arah. Terlepas dari asumsi yang muncul, astakona banyak dijumpai dalam ornamen dan arsitektur Kerajaan Riau. Bentuknya masih bisa ditemui secara utuh pada bentuk bangunan, pondasi dan tiangnya, panggung penobatan sultan, sumur, hingga gerbang kerajaan.

"Konsep pemasaran produk terbaik harus dilakukan. Selain mengandalkan TA/TO atau Hotel, produk ini bisa ditawarkan melalui berbagai program sales mission. Sebab, konsepnya unik dan menarik. Pasar juga familiar dengan kekuatan budaya dan alam di Penyengat yang luar biasa eksotis," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.
Baca Selengkapnya
      edit

Kamis, 17 Oktober 2019

Published Oktober 17, 2019 by with 0 comment

Gagal ginjal kronis


Apa itu gagal ginjal kronis? Penyakit gagal ginjal kronis termasuk kondisi yang merusak ginjal serta menurunkan kemampuan mereka untuk menjaga anda tetap sehat dengan melakukan fungsi yang sebagaimana mestinya. Jadi, jika penyakit ginjal semakin memburuk, maka kotoran bisa menumpuk tinggi di dalam darah dan akan membuat anda sakit. Selain itu, gagal ginjal ini bisa mengembangkan komplikasi lainnya seperti anemia, darah tinggi, tulang lemah, kesehatan gizi buruk dan kerusakan saraf. Bukan hanya itu, penyakit ginjal juga bisa meningkatkan risiko anda memiliki penyakit jantung serta  pembuluh darah. Semua risiko gangguan kesehatan ini bisa terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang panjang.

Penyakit gagal ginjal kronis ini sendiri bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan lainnya. Oleh karena itu, deteksi serta pengobatan dini bisa menjaga penyakit gagal ginjal kronis supaya tidak semakin buruk. Saat terjadi penyakit ginjal, mungkin akhirnya bisa menyebabkan gagal ginjal yang membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal supaya bisa bertahan hidup.

Beberapa Fakta Tentang Penyakit Ginjal Kronis

  • Deteksi dini bisa membantu mencegah perkembangan penyakit ginjal hingga gagal ginjal kronis.
  • Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian bagi semua orang dengan penyakit gagal ginjal kronis.
  • Laju filtrasi glomerulus (GFR) adalah estimasi terbaik dari fungsi ginjal.
  • Hipertensi merupakan penyebab penyakit gagal ginjal kronis  dan sebaliknya penyakit ginjal kronis bisa menyebabkan hipertensi.
  • Proteinuria persisten (protein dalam urine) menunjukkan bahwa adanya penyakit gagal ginjal kronis.
  • Kelompok risiko tinggi termasuk mereka yang menderita diabetes, hipertensi dan riwayat keluarga gagal ginjal.
  • Ras Afrika, Hispanik, Kepulauan Pasifik, Indian, dan lansia merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap penyakit gagal ginjal kronis.
  • Dua tes sederhana bisa mendeteksi penyakit gaga ginjal kronis : tekanan darah, albumin urine dan kreatinin serum.

Penyebab Penyakit Gagal Ginjal Kronis

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa 2 penyebab utama dari penyakit gagal ginjal kronis adalah diabetes dan tekanan darah tinggi yang bertanggung jawab pada 2/3 kasus gagal ginjal kronis. Dimana, diabetes terjadi saat gula darah anda terlalu tinggi yang bisa menyebabkan kerusakan pada banyak organ dalam tubuh, termasuk jantung dan ginjal, dan pembuluh darah, saraf, serta hipertensi. Sedangkan hipertensi atat tekanan darah tinggi terjadi saat tekanan darah meningkat. Jika kondisi ini tidak terkontrol, maka tekanan darah tinggi bisa menjadi penyebab utama serangan stroke, jantung dan penyakit gagal ginjal kronis. Selain itu, penyakit gagal ginjal kronis juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Hal - Hal Lain Yang Bisa Mempengaruhi Ginjal

  • Glomerulonefristis, merupakan sekelompok penyakit yang bisa menyebabkan peradangan serta kerusakan pada unit penyaringan ginjal. Gangguan ini merupakan jenis ketiga yang paling umum dari penyakit ginjal.
  • Penyakit turunan, seperti penyakit ginjal polikistik yang bisa menyebabkan kista besar terbentuk di ginjal dan merusak jaringan di sekitarnya.
  • Malformasi, hal ini terjadi saat bayi berkembang di dalam rahim. Misalnya, terjadinya penyempitan dan mencegah aliran normal urin serta menyebabkan urin mengalir kembali ke ginjal. Tentunya hal ini bisa menyebabkan infeksi dan bisa merusak ginjal.
  • Lupus serta penyakit lain yang bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
  • Penghalang yang disebabkan adanya masalah seperti tumor, batu ginjal, atau pembesaran kelenjara prostat pada pria.
  • Infeksi saluran kencing berulang.
Mungkin itu saja artikel kali ini tentang seputar gagal ginjal kronis, semoga tulisan ini bermanfaat sehingga anda semua bisa terhindar dari penyakit ganas ini.
Baca Selengkapnya
      edit

Selasa, 15 Oktober 2019

Published Oktober 15, 2019 by with 0 comment

Bridgestone Pertegas Komitmen Lingkungan dengan Adopsi Orangutan


PT Bridgestone Mining Solutions Indonesia (BMSI), bagian Bridgestone Corporation, melanjutkan komitmennya terhadap lingkungan hidup lewat program PT Bridgestone Mining Solutions Indonesia Support Orangutan di hutan konservasi Samboja, Kalimantan Timur, baru-baru ini. Kegiatan ini bagian dari komitmen global CSR Bridgestone Corporation, yaitu Our Way to Serve yang fokus pada tiga pilar utama; mobility, people, dan environment.

Our Way To Serve merupakan refleksi filosofi perusahaan jangka panjang terhadap Menyumbang Masyarakat dengan Mutu Tertinggi (Serving Society with Superior Quality) sekaligus menitikberatkan perusahaan terbaik itu bukan hanya melakukan yang terbaik bagi pemangku kepentingannya (stakeholders) saja melainkan secara bersamaan berkontribusi untuk dunia yang lebih baik, ujar Yuji Fushimi, Presiden Direktur BMSI, dalam keterangan resminya.

BMSI melakukan penandatanganan kerja sama dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk mengadopsi anak orangutan berumur antara tiga dan empat tahun bernama Mayer dan Andreas.

Adopsi orangutan adalah bagian dari pilar kepedulian lingkungan yang merupakan program utama CSR BMSI. Kami berharap donasi ini dapat menjadi bagian kontribusi kami untuk pelestarian satwa unik khas Indonesia yang terancam punah, ucapnya.

Borneo Orangutan Survival (BOS) merupakan yayasan yang fokus pada pelestarian dan perlindungan orangutan, khususnya orangutan Kalimantan di Indonesia. Kegiatannya adalah memberikan pelatihan dan proses rehabilitasi terhadap satwa langka orangutan sehingga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup di hutan secara mandiri. Pada akhirnya, seluruh orangutan yang direhabilitasi oleh BOS tersebut harus dilepaskan kembali ke habitatnya di hutan belantara.

Dalam kesempatan sama, CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite, mengatakan pihaknya bersyukur dan bangga dapat kembali melanjutkan kerja sama dengan Bridgestone Group di Indonesia untuk menjadi salah satu donatur bagi orangutan Kalimantan kami. Tentu bantuan ini akan mendukung upaya kami mengembalikan orangutan ke habitatnya. Kita berharap ke depan semakin banyak orangutan hidup di hutan, bukan di kandang.

Kami berharap semua pihak, baik private sector maupun bisnis bisa mengikuti jejak Bridgestone Mining Solutions Indonesia untuk terlibat aktif menjadi bagian solusi konservasi orangutan Indonesia, ujar Jamartin. 
Baca Selengkapnya
      edit